<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<TEI xmlns="http://www.tei-c.org/ns/1.0">
  <teiHeader>
    <fileDesc>
      <titleStmt>
        <title type="main">Digital Edition of Manuskrip: Wawacan Suryaningrat</title>
      </titleStmt>
      <publicationStmt>
        <publisher>KANDAGA Repository</publisher>
      </publicationStmt>
      <sourceDesc>
        <msDesc>
          <msIdentifier>
            <repository>Museum Sri Baduga Jawa Barat</repository>
            <idno>07.05</idno>
          </msIdentifier>
          <msContents>
            <summary>Naskah ini menceritakan tentang seorang raja bernama Dhuryan yang ingin mempersunting gadis bernama Ratna Ningrum, anaknya Patih Salyanegara dari negeri Dursellan. Ratna Ningrum tidak mau diperistri oleh Raja Dhuryan, menolak lamaran yang telah disampaikan kepadanya, sampai akhirnya Ratna Ningrum pergi meninggalkan negeri untuk mengembara.&amp;nbsp;
Dalam pengembaraannya, Ratna Ningrum dipertemukan dengan seorang pemuda bernama Raden Suryaningrat. Mereka jatuh hati dan menjalin hubungan asmara, diketahuilah oleh Raja Dhuryan sehingga membuatnya marah, dengan segera memerintahkan patih dan para prajurit untuk menangkap Suryaningrat. Raden Suryaningrat tertangkap dan dimasukkan ke dalam penjara, namun tidak berapa lama dapat melarikan diri lalu mengembara. Setelah lama mengembara pulanglah ke negaranya dan dipertemukan kembali dengan Ratna Ningrum lalu menikah. Akhirnya, Raden Suryaningrat dinobatkan menjadi Raja Banuringsit menggantikan ayahnya, Raja Suryanegara, yang berkedudukan di daerah Wanagri</summary>
            <textLang mainLang="...">Languages:  | Scripts: </textLang>
          </msContents>
          <physDesc>
            <objectDesc form="manuscript">
              <supportDesc material="...">
                <support><p>. Keadaan rusak parah, beberapa lembar sudah sobek, korup, dan tidak dapat dibaca lagi. Naskah ini berukuran 25 x 21, 5 cm dengan ukuran ruang tulisan 16,5 x 15 cm, jumlah baris perhalaman antara 13-20, sehingga jarak tulisan antarbaris tidak sama. Naskah ini dituli dengan menggunakan tinta berwarna hitam, berasal dari majalengka.&amp;nbsp;</p></support>
              </supportDesc>
            </objectDesc>
          </physDesc>
          <history>
            <provenance><p></p></provenance>
          </history>
        </msDesc>
      </sourceDesc>
    </fileDesc>
  </teiHeader>
  <text>
    <body>
      <p>Transkripsi/Teks naskah digital belum disematkan.</p>
    </body>
  </text>
</TEI>