<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<record xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/MARC21/slim http://www.loc.gov/standards/marcxml/Schema/MARC21slim.xsd">
  <leader>00000nam a2200000   4500</leader>
  <controlfield tag="001">124</controlfield>
  <datafield tag="041" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Sunda</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="099" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Or. 7612; Mal. 2568</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2="0">
    <subfield code="a">Wawacan Sulanjana</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Naskah berukuran 18 cm x 22 cm, sedangkan ukuran teks: 13,2 x 18 cm.&amp;nbsp;Jumlah halaman keseluruhan naskah sebanyak 57. Namun terdapat 2 halaman kosong di bagian depan dan 2 halaman (bukan bagian dari naskah, tetapi lembar yang ditambahkan pada saat penjilidan ulang).&amp;nbsp;Jumlah baris per halaman: 13. Tidak terdapat penomoran halaman. Tinta yang digunakan untuk menulis naskah: hitam.
Naskah sudah dijilid ulang oleh pihak UB, menggunakan karton tebal berwarna hitam dengan tambahan warna biru di bagian punggung naskah. Alas naskah menggunakan kertas eropa. Cap kertas: VREYHET.&amp;nbsp; Kondisi naskah kurang bagus: kertas kotor, bagian kiri bawah halaman naskah sudah robek. Namun aksara masih bisa dibaca dengan jelas. Teks ditulis dalam bentuk dua kolom. Naskah ini berasal dari Koleksi Snouck Hurgronje No. 69.</subfield>
    <subfield code="b">Kertas Eropa</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="500" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Script: Pegon</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Wawacan Sulanjana adalah naskah Sunda yang berisi teks mitologi Sunda, khususnya kisah Nyi Pohaci Sanaghyang Sri, Sang Dewi Padi. Penamaan Wawacan Sulanjana berasal dari kata &amp;ldquo;Wawacan&amp;rdquo;, yaitu salah satu genre sastra berbentuk puisi yang dikenal masyarakat Sunda pada masanya (terutama pada abad ke-19), sedangkan &amp;ldquo;Sulanjana&amp;rdquo; mengacu kepada tokoh utama cerita yang bertugas melindungi padi dari serangan tokoh Sapi Gumarang, Kalabuat (babi hutan), dan Budug Basu yang di dalam cerita ini digambarkan sebagai perusak tanaman padi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa teks ini menggambarkan sisi kehidupan agraris masyarakat Sunda.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="852" ind1=" " ind2=" ">
    <subfield code="a">Perpustakaan Universitas Leiden</subfield>
  </datafield>
</record>