<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<hsp xmlns="http://handschriftenportal.de/schema/hsp/v1" type=\"description\" id="105">
  <metadata>
    <idno>07.32</idno>
    <msContents>
      <textLang>
        <lang></lang>
        <script></script>
      </textLang>
      <contentDescription>
        <summary>Isi teks naskah Babad Cirebon menguraikan cerita tentang lahir dan tumbuhnya Cirebon yang dirintis oleh seorang bernama Walangsungsang atau Cakrabuana, putra dari Prabu Siliwangi, raja Kerajaan Pajajaran.
Di dalam naskah ini dikisahkan tentang mulainya pengislaman putra-putra Prabu Siliwangi dan penduduk sekitarnya yang diklakukan oleh Syeh Nurjati, seorang petapa di bukit Amparan, Cirebon yang berasal dari Mekah. Selain itu, dilukiskan pula cerita perjuangan Syarif Hidayatullah, Susuhunan Jati, dalam mencari hakikat agama Islam.
Babad Cirebon ini, bagi masyarakat Sunda pada masa itu dapat dijadikan sebagai sumber dalam budaya berpolitik, dengan cara melakukan hubungan diplomatik dengan kesultanan lainnya, hal ini mampu membina masyarakat dalam menumbuhkan rasa solidaritas dan kerja sama guna mencapai tujuan yang mulia.&amp;nbsp;</summary>
      </contentDescription>
    </msContents>
  </metadata>
</hsp>