<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<hsp xmlns="http://handschriftenportal.de/schema/hsp/v1" type=\"description\" id="101">
  <metadata>
    <idno>07.14</idno>
    <msContents>
      <textLang>
        <lang></lang>
        <script></script>
      </textLang>
      <contentDescription>
        <summary>Secara ringkas teks diawali dengan riwayat mengenai kerajaan Tarumanagara yag didirikan oleh Purnawarman yang memerintah selama 239 tahun (395-434), semula kerajaan ini merupakan bawahan dari kerajaan Salakanagara. Tarumanagara berkembang, luas wilayahnya membentang dari Selat Sunda hingga ke daerah Jawa Tengah bagian barat, yang menenggelamkan reputasi kerajaan Salakanagara. Purnawarman digantikan putranya, Wisnuwarman, pada masa pemerintahannya mengalami kemajuan dalam sumber alam dan perdagangan, sehingga penduduknya sejahtera dan bebas menentukan pilihan agama yang dipeluknya, para pedagang dari luar pun semaik berdatangan.
Raja terakhir Tarumanagara adalah Linggawarman (666-669 M). Setelah Linggawarman meninggal, wilayah Tarumanagara dibagi dua dengan batas sungai Citarum, yaitu wilayah bagian barat Citarum sampai selat Sunda diperintah oleh Maharaja Tarusbawa, menantu Linggawarman dan pendiri kerajaan Sunda, sedangkan wilayah bagian timur Citarum sampai sungai Pamali diperintah oleh Wretikandayun pendiri kerajaan Galuh Pakuan. Diuraikan pula mengenai kerajaan-kerajaan wilayah yang ada di wilayah yang ada di bawah kekuasaan Salakanagara dan Kerajaan Tarumanagara, yaitu dua kerajaan besar di Jawa Barat. &amp;nbsp; &amp;nbsp;</summary>
      </contentDescription>
    </msContents>
  </metadata>
</hsp>